twitter


JAUHKAN TERORIS, ISLAM AGAMA DAMAI
Khusna Rahma Denti
Mahasiswi STAIN Jurai Siwo Metro

Istilah terorisme oleh para ahli kontratororisme dikatakan merujuk para pelaku yang tidak tergabung dalam angakatan bersenjata tersebut. Aksi terorisme juga mengandung makna bahwa serang-serangan teroris yang di lakukan tidak berperikemanusiaan dan tidak memiliki justfikasi, oleh karena itu para pelakunya “teroris” layak mendapatkan pembalasan yang kejam.Teroris adalah serangan serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat. Berbeda dengan perang, aksi terorisme tidak tunduk pada tatacara peperangan seperti waktu pelaksanaan yang selalu tiba tiba dan target korban jiwa yang acak serta seringkali meruakan warga sipil.
Akibat makna makna negatif yang di kandung oleh perkataan “teroris” dan “terorisme”, para teroris umumnya menyebut diri mereka sebagai separatis, pejuang pembebasan, pasukan perang salib, militan, mujahidin, dan lain-lain.tetapi dalam pembenaran dimata terorisme “makna sebenarya darijihad,mujhidin, adalah jauh dari dari tindakan terorisme yang mnyerang penduuk sipil padahal tidak terlibat dalam perang”. Padahal terorisme sendiri sering tampak dengan mengatasnamakan agama.
Sebagai umat islam, kami sangat mengutuk seragan troris di jakarta tepatnya di sarinah dan di temapat-tempat lainya, yang menyebabkan kematian dan cedera bagi orang-orang yang tak bersalah, dan kami turut berduka kepada ara korban.
Dan tak kalah bagi kita yangsebagai orang-orang yang mencntai kedamaian adalah tugas untuk menerangkan kepada seluruh dunia bahwa islam sanat an sangat mengutuk tindak terorisme. Karena islam adalah agama peamaian dan toleransi yang memerintahkan individu kepada rasa kasih sayang dan keadilan. Agama memerintahkan kasih sayang,kemurahan hati dan kedamaian. Teror,di sisi lain adalah berlawanan dari agama, kejam, tanapa belas kasihan,dan menumpahkan darah dan penderitaan. Ini yang menjadi perkara, asal mula dari tindakan terorisme harus di cari dalam ketidakpercayaan bukan nya di dalam agama. 
Dengan demikian kata “islam” dan “teror” tidak dapat berdiri berdampingan dan bahwa tidak ada agama yang mengizinkan kekrasan. Bahwa tidak ada ruang bagi trorism dalam islam. Ini di sebutkan jelas dalam Al Qur’an, sumber utama islam, da dalam praktek yang memerintahkan semua kaum muslimin kepada kebenaran, nabi muhammad SAW yang mengedepankan di anata mereka.berikunya mari kita ungkapkan dengan terang ayat-ayat Al Qur’an dan dengan contoh-contoh dari sejarah, bahwa islam melarang terorisme  dan bertujuan untuk membawa perdamaian dan keamanan ke seluruh dunia.
 “Sesungguhnya allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permuuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”. (QS.An Nahl: 90)
Beberapa orang megatakan bahwa sesuatu boleh dilakukan atas nama agama, kenyataanya, salah paham bahwa agama dan buah hasilnya. Prakteknya adalah salah, oleh karena itu, ia akan menjadi salah dalam membentuk dpemikiran dalam agama dan orang-orang ini sebagai contoh. Cara yang terbaik dari pemahaman agama adalah kepada pembelajaran sumber Ilahi. Sumber Ilahi islam adalah Al Qur’an, yang di dasarkan konsep-konep moralitas,cinta,kasih sayang, kerendahan hati, berkorban, toleransi dan perdamaian. Seorang muslim hidup dari ajaran ini dalam akan lebih sopan, hati-hati, rendah hati, sederhana, dil, dapat di percaya dan mudah untuk sekelilingnya.
Teror dalam arti luas adalah kekerasan terhadap sasaran non-militer  untuk tujuan politik, untuk meletakannya dengan cara lain, target dari teror adalah warga negara yang seluruhnya tidak bersalah kepada siapa yang hanya berbuat keriminal, di mata teroris, adalah hanya berbuat keriminal, di mata teroris, adalah untuk mewakili “sisi lain”. Untuk alasan ini, teror berarti subjek orang tak berarti subjek orang tak bersalah kepada kekerasan, yang merupakan tindakan.kehilangan pembenaran moral apapun. 
Al Qur’an adlah kitab yang di turunkan kepada orang-orang sebagai panduan ke jalan yang benar dan kitab ini, tuhan memerintahkan manusia untuk mengadopsi yang baik. Moralitas ini adalah berdasarkan konsep seperti cinta, rasa kasihan, toleransi dan kemurahan hati. Kata “islam” berasal dari kata yang berarti “damai” dalam bahasa arab. Islam adalah agama yang di turunkan kepada umat manusia dengan tujuan menhadirkan perdamaian yang melalu kehidupan yang terbatas rasa kasih dan rahmat nyata Allah di bumi. Allah memanggil ke semua moral orang islam melalui rasa kasihan, rahmat, perdamaian, dan toleransi yang dapat di alami seluruh dunia.
Membunuh orang tanpa alasan adalah salah satu contoh yang paling jelas dari kerusakan. Allah memberi tahu kepada kita bagaiman muka terorisme kejam akan di hukum di akhirat pada ayat berikut : “sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih. (QS Asy Syuura:42)
Semua ini mengungkapkan bahwa tindakan organisasi teroris terhadap orang-orang tidak bersalah sepenuhnya bertentangan terhadap islam dan dan ini tidaklah mungkin bahwa setiap muslim dapat pernah melakukan kejahatan seperti itu. Sebaliknya, umat islam bertanggung jawab untuk menghentikan orang-orang ini, menghapus “kerusakan di bumi” dan di damaikan dengan teror. Sebaliknya ia harus menjadi solusi dan jalan untuk pencegahan teror.
Allah telah memerintahkan orang-orang untuk menghindari melakukan kejahatan, penindasan, kekejaman, dan bembunuhan besar-besaran adanya sepenuhnya di larang. Dia menjelaskan meraka yang tidak mentaati perintahnya sebai “pengikut jejak iblis” dan mengadopsi suatu sikap yang dinyatakan terbuak untuk berdosa dalam Alqur’an.
Dengan demikian islam sangat mencintai kedamaian dan sangat mengutuk tindak terorisme karena islam di turunkan ke bumi adalah untuk menjadi rahmat bagi sluruh semesta “Rahmatul lil ‘alamin”.